Rumpi Cangkir Kopi # 17

by - 10:51 PM


Seluruh area indoor kedai di-booking oleh perempuan bernama Niki, sedangkan area teras disisakan untuk pelanggan lain. Ruangan indoor kedai malam itu dihiasi dengan balon-balon helium berwarna hitam dan putih yang melayang di langit-langit kedai. Ada sekitar sepuluh orang panitia, yang juga merangkap sebagai party planner,  saat ini sedang bersembunyi di ruangan Ellie menunggu kedatangan dari orang yang berulang tahun. Sementara itu Ellie, dan para karyawannya bekerja normal seperti biasa melayani beberapa orang pembeli yang datang. Andrew, Dira dan suaminya duduk di kursi pelanggan di ruangan indoor, berakting sebagai pengunjung biasa yang sedang menikmati kopi dan cemilan lain.

Seorang pria, berumur sekitar awal tiga puluhan, mengenakan kemeja biru tua lengan panjang yang digulungkan hingga mencapai siku, berjalan memasuki kedai bersama seorang pria yang nampak sepantaran dengannya. Kedua pria itu memilih tempat duduk di sebelah jendela yang menghadap ke jalan raya, dimana tempat itu merupakan spot yang paling indah karena menampilkan kerlap-kerlip lampu jalan dan pegendara yang lewat. April segera mendatangi kedua pria tersebut dan menerima pesanan Cold Brew dan Cappucino. Tak lama kemudian, pria yang menemani pria berkemaja biru tua itu meninggalkan meja dan berjalan ke arah kamar kecil.

“Ngapain tuh cowok brengsek kemari?” gerutu Andrew. Saat teman pria berkemaja biru tua itu meninggalkannya sendirian, Andrew baru bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.

Dira yang terkejut mendengar komentar Andrew segera menoleh ke arah mata Andrew tertuju. Dia segera mengenali pria tersebut. Kedua telapak tangannya refleks terangkat menutupi mulutnya yang ternganga. Pandangannya segera beralih dari pria itu dan mengedari penjuru kedai mencari Ellie.

Happy birthday to you, happy birthday to you…” Lantunan lagu ulang tahun mulai berkumandang. Serombongan panitia ulang tahun berjalan keluar dari tempat persembunyian. Niki berada paling depan diiringi teman-temannya, Ellie berada di akhir barisan sambil membawa buket bunga. Pria berkemeja biru tua itu nampak terkejut, tapi nampak terkesan pura-pura menurut sudut pandang Andrew.

Happy birthday sayang, saeng-il chughahae.” Niki menyodorkan kue ulang tahun dengan lilin berangka tiga puluh yang menyala di atasnya.

Ellie yang berada di luar lingkaran kelompok panitia ulang tahun, hanya bisa berdiri membeku melihat sosok yang sedang meniup lilin itu. Dia kenal betul dengannya. Dia hanya tak menyangka bahwa dirinya begitu polos saat menyangka ada banyak orang yang berulang tahun hari ini. Diantara kemungkinan satu banding seratus, kemungkinan satu ini terlalu ajaib untuk akhirnya bisa terjadi.

“Oh, jadi itu cewek barunya. Kalah lu cewek britpop sama kpop,” ejek Andrew yang tiba-tiba sudah berada disampingnya dan membuyarkan lamunannya.

Ouch, gawat, gawat, gawat!” Elona yang berada di dalam lemari display berteriak histeris.

“Kenapa kau ribut sekali, Elona?” Protes Andreas yang kali ini diletakkan di samping Elona.

“Pria yang berulang tahun itu, aku kenal wajah itu, Andreas!”

“Siapa dia? Apa dia tuan mu terdahulu?”

“Tidak, aku tidak sudi dimiliki oleh pria pengkhianat seperti itu! Dia pemilik setengah lusin cangkir kotor yang terkurung di gudang belakang rumah Ellie.”

“Oh, no… Maksudmu cangkir-cangkir gembel yang diletakkan Ellie dilantai dan jadi sarang semut itu?”

“Yup. Pria ini adalah yang memberikan cangkir-cangkir itu kepada Ellie. Kemudian Ellie balas dengan menelantarkan cangkir-cangkir itu di gudang sana. Oooh, semoga Ellie ku baik-baik saja sekarang.”

#30DWC #30DWCJilid19 #Day17

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih untuk setiap komentar yang dimasukkan.