Surat Cinta Di Kedai Kopi (Full)

by - 5:48 AM

Sore itu selepas hujan yang mengguyur kota selama setengah jam, Boy memutuskan mengunjungi kedai kopi di gedung Antasari. Dia mengetahui keberadaan kedai ini dari unggahan Instagram seorang selebgram saat terjadi mati lampu di tengah-tengah pesta ulang tahun. Dia pernah beberapa kali lewat di jalan dimana kedai itu terletak. Dari pinggir jalan,dalam keadaan normal, kedai itu memancarkan suasana hangat dari pancaran lampu berwarna kuning dan interior dominan kayu yang terlihat dari luar.

Mengenai Boy, tak ada yang mengenal sosoknya di dunia nyata seperti orang mengenalnya di dunia maya. Dia adalah pria muda di pertengahan umur dua puluh dengan identitas sebagai Loveletterman di sosial media. Dia selalu menghiasi beranda sosial media nya dengan kumpulan puisi yang dia buat sendiri. Tapi dibalik semua persona yang dia bentuk itu, dia juga sering meolong orang lain untuk membuat surat cinta. Tidak semua orang terlahir romantis. Jadi menolong mereka yang ingin menghadiahkan keromantisan tidak ada salahnya. begitu pikir Boy.

"Mau pesan apa, Kak?" tanya April dari balik meja barista.

Boy dengan mudah mengenali wajah April. Senyumnya yang manis dengan bibir tipis dan dagu lancip, serta rambut panjang lurus berwarna kecoklatan, terlihat tak ada beda dengan foto yang biasa berseliweran di Instagramnya. 

"Cappucino satu," jawab Boy.

"Cangkirnya silahkan dipilih, kak." Ellie mengarahkan tangannya ke arah lemari display yang terletak di dekat meja barista.

"Oh, di sini cangkirnya bisa saya pilih?"

"Iya, kak. Kakak silahkan pilih cangkir yang kakak suka."

"Kalau begitu saya pilih cangkir hitam itu, yang ada gambar kunci nada nya."

"Baik, kak. Cangkir Andreas untuk kakak."

"Andreas siapa?"

"Nama cangkir ini Andreas, kak."

"Oh, ada namanya?" Boy terkekeh pelan. "Apa cangkirnya juga bisa saya beli?"

April tersenyum sambil menggeleng. "Baik, kak, silahkan di tunggu di mejanya," kata April sambil menyerahkan sebuah papan plastik dengan angka lima tertulis di sana.

Boy mengambil papan kecil itu dan membawanya ke meja yang ada di teras kedai. Dia ingin menikmati pemandangan jalan dari sana. Hari itu kebetulan Minggu, jadi suasanan jalan agak lengang dan tidak terlalu bising seperti biasanya. Ditambah hawa lembab sehabis hujan, mampu menghantarkan segarnya aroma tumbuhan di taman yang ada di sekitar teras. Suasana yang mampu membangkitkan imajinasinya dalam menulis.

"Ini, kak, pesanannya. Selamat menikmati," Ucap Bambang sambil menyuguhkan secangkir Cappucino.

"Ya," Boy hanya merespon singkat sambil mengangguk.

Sambil menunggu kopinya berkurang suhu, Boy mengecek kembali pesan-pesan yang masuk melalui Whatsapp-nya. Sore itu dia mempunyai pesanan membuat sebuah surat cinta. Seorang pria menghubunginya kemarin malam dan meminta untuk dibuatkan surat yang mampu memberikan dorongan motivasi kepada orang yang ditujunya. Setelah merasa info yang dibutuhkannya tentang calon sasarannya cukup, Boy mulai menyesap kopinya.

Untuk urusan romantisme, seharusnya kau serahkan kepada ku. Dunia sudah mengakui bahwa pria Italia adalah pria paling romantis. Buongiornoprincipesa! (Selamat pagi putri), Buona Noteamore! (Selamat malam cinta) Tesoro Mio (sayangku). Aku punya segudang rayuan untuk para wanita," celoteh Andreas yang sudah mampu membaca pikiran Boy setelah kopi yang ada di dalamnya diseruput oleh Boy. Dia selalu membanggakan dirinya sebagai cangkir dari Italia dan menyamakan dirinya dengan lelaki dari Italia.

Suasana yang nyaman di kedai itu dan segarnya aroma kopi serta rasanya yang pas di lidah Boy, sangat mendukung Boy dalam merangkai kata-katanya. Dia merasa kali ini dia bisa menulis lebih cepat dari biasanya. Setelah beberapa kali membaca ulang dan merasa mantap dengan apa yang dia tulis, Boy kemudian mengirimkan tulisannya itu kepada kliennya.

*****


Ting! Ellie merogoh saku celemeknya dan melihat notifikasi pesan masuk dari  seorang yang mempunyai nada dering tersendiri. Di layar ponselnya kini terpampang sebuah puisi sebagai isi dari pesan masuk tersebut.

Dear kamu yang sedang berusaha
Lewat tulisan ini kukirimkan buaian cinta
Agar bisa kau temukan kembali makna
Tentang mimpi yang berjuang dalam realita
Mungkin pernah kau merasa lelah
Semua yang kau lakukan terasa payah
Hingga kau berkata, ‘cukup sudah
Tapi hati kecilmu berbisik jangan menyerah 
Ku harap kau tahu bahwa mimpi tak mempunyai batas
Mimpi hanya akan terwujud jika kau segera bergegas
Dahaga akan usaha yang tak pernah puas
Dan semangat yang tak terkikis  
Duhai kamu yang sedang berusaha
Pernah kah kau tahu luasnya semesta
Luasnya sungguh tak terkira oleh manusia
Tapi mimpi yang mampu menerbangkan mereka ke sana 
Ingatlah selalu kamu yang sedang berusaha
Mimpi bagailah sorang pengembara
Berjalan kesana kemari mencari makna
Dan hanya cinta yang sanggup mengawalnya 
Pernah kah kau berpikir untuk mencintai mimpi-mimpi mu
Memperjungkannya, mempertahankannya
Hingga dia bukan hanya sebatas bayangan semu
Melainkan dorongan hidup yang terus memacu mu





You May Also Like

0 komentar

Terima kasih untuk setiap komentar yang dimasukkan.